Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Situs Lebak Cibedug, Peninggalan Zaman Megalitikum di Banten

Situs Lebak Cibedug
Bantensite_Banten dikenal dengan objek pariwisatanya yang sangat beragam seperti pantai, curug, gunung dsb. Namun selain itu semua ternyata Banten juga menyimpan banyak situs prasejarah peninggalan zaman megalitikum yang terletak di beberapa daerahnya, salah satunya adalah Situs Lebak Cibedug yang terletak di Kampung Lebak Cibedug, Desa Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak-Banten.

Kata Megalitikum sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “Mega” yang memiliki arti “Besar” dan “Lithos” yang berarti “Batu”, dengan demikian zaman megalitikum dapat diartikan dengan zaman batu-batu besar. Situs prasejarah Lebak Cibedug yang berada di dataran tinggi ini masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun dan menempati areal seluas 2Ha, selain itu Situs Sibedug juga dipercaya berasal dari Zaman Megalitikum yang diperkirakan dibangun sekitar 500 tahun SM.
Situs Megalitikum di Lebak Cibedug sendiri terdiri dari beberapa jenis bangunan berdasarkan bentuk bangunan secara keseluruhan, diantaranya yaitu terdiri dari punden berundak, sumuran, menhir, batu bergores, dan sebaran batu tukuh, dengan dikelilingi batas-batas situs. Dengan bangunan utamanya punden berundak, yaitu batu-batu yang disusun dan dibentuk serupa pyramid dengan memiliki sembilan teras berbentuk bujur sangkar.

Situs peninggalan kebudayaan megalitik ini biasanya dibangun dengan maksud sebagai tempat pemujaan dan pemberian sesaji masyarakat yang pada saat itu masih menganut kepercayaan terhadap benda-benda (dinamisme) dan arwah para leluhur (animisme) yaitu zaman pra Hindu. Bahkan, keberadaan Situs Sibedug hingga kini masih di anggap sakral dan keramat oleh sebagian masyarakat kasepuhan Banten Kidul. Beberapa ritual dan kegiatan adat pun masih sering dilakukan di sekitar Situs Lebak Cibedug, sehingga sampai saat ini keberadaannya masih cukup terjaga dengan baik.
Untuk menuju ke tempat Situs Lebak Cibedug ini kita bisa start dari Rangkasbitung, kemudian dilanjutkan melalui jalur Cipanas dan diteruskan menuju ke Desa Citorek dengan melewati jalan berbukit dan berkelok-kelok. Setelah sampai di desa Citorek kita akan melanjutkan berjalan kaki melalui jalan setapak dengan menghabiskan waktu sekitar 4-6 jam. Namun kita juga bisa menggunakan jasa ojek apabila kondisi jalan dalam keadaan kering tetapi dengan tarif yang cukup mahal.


Baca Juga : Golok Ciomas, Senjata Khas Jawara Banten